1
Hidup_Ku, akankah terwujud kerinduan_Ku
Hati_Ku, akankah seterang mentari
Malam_Ku, akankah membuat buta mata hati_Ku
Wahai cahaya, terangilah dan tuntunlah langkah-langkah hati_Ku
2
Cinta_Ku adalah cahaya kehidupan
Benci_Ku adalah mata hati kegelapan
Lamunan_Ku adalah gelap yang membutakan
Teman_Ku adalah iblis dan cecunguk-cecunguk setan
3
Berilah Aku cinta dari hati kehidupan
Sukma_Ku meradang haus akan kehidupan
Hati_Ku buta karena hati kehidupan
Pandanglah Aku wahai hati cahaya kehidupan
4
Hari ini, hati kehidupan_Ku menolak
Badan ini gugup tak ingin beranjak
Tangan ini menulis tanpa bercak
Hati kehidupan penuh gaya berlenggak
Dia memang melangkah congkak
5
Akankah Aku hidup dalam kehidupan
Akankah Aku hidup dalam kematian
Mungkinkah Aku menghidupkan kematian?
Atau
Dapatkah Aku mematikan kehidupan?
6
Tak akan pernah Aku bisa melakukan
Aku hanya angin yang berhembus tanpa perkataan
Aku hanya air yang selalu mengalir tanpa kekuatan
Aku hanya sesuatu yang dijatuhkan
Semua tidak akan bisa Aku tahan
Kalau bukan Aku adalah Tuhan
7
Sebenarnya Aku ingin berhenti
Untuk mencari kata-kata diri
Yang sebelumnya tak pernah Aku sadari
Dan terlihatlah seluruh isi hati
8
Pandanglah Aku sebagai binatang
Karena Aku tlah jalang lancang
Pelang ampunan akan Aku pancang
Kumohon jangan jadikan Aku binatang jalang
9
Aku hanya ingin menanam hati kehidupan
Akan Aku jadikan bekal dalam kematian
Tapi
Sebelumnya Aku ingin memiliki peran dalam kehidupan
10
Pernahkah Kamu hiraukan ?, dan
Tidakkah Kamu acuhkan ?, atau
Akankah Kamu memperhatikan ?
Tidak!
Kamu penuh dengan kesombongan
11
Aku tidak ingin mencintai_Mu, tapi
Aku tidak akan bisa hidup tanpa cinta
Dan Aku tak mungkin membenci, tapi
Aku takkan mungkin mencintai kalau bukan karena benci
Karena cinta takkan pernah ada, tanpa benci menghampiri
12
Dengan cinta kehidupan terus berlanjut
Kareana cinta urat nadi terus berdenyut
Dengan cinta kehidupan tercipta dan mencipta
Tapi,
Kareana cinta Kamu berdusta
13
Pusaran angin hayal fikiran_Ku membesar mengganas
Aku sendiri tak mengerti sesuatu yang membuat_Ku cemas
Hati dari kehidupan_Ku hancur terhempas
Seakan menghantam benteng batu cadas
14
Aku bingung dan termenung hilang
Akankah ada yang akan Aku kenang menang
Ataukah akan ada yang selalu menghadang
Cahaya_Ku, berilah Aku sinar yang terang
15
Jangan pernah menghindar dan menghilang dari sisi_Ku
Kareana hidup_Ku tak akan sanggup Aku jalani
Dalam kelam malam selalu berbisik pada_Ku
Kematian_Mu akan membuat hidup_Ku ini mati
16
Aku hanya menatap penuh ratap
Kareana Aku akan menjadi buta tanpa kehidupan
Aku akan dan terus berdo’a dan mengharap
Bahwa tangan kehidupan_Mu akan terus membimbing_Ku berjalan
17
Jangan pernah Kau berpaling dari muka kelam_Ku
Aku akan terhina di mata semua peran
Dan
Tak seorangpun sanggup menatap muka kelam_Ku
Tak terkecuali dia iblis ataupun setan
18
Berikan hati kehidupan dan cahaya cinta_Mu
Seret, pukul, hantam, dan bantinglah Aku
Maka, muka kelam_Ku akan bercahaya dengan cinta_Mu
Karena itu Aku akan tetap bertahan dan terdiam terpaku
19
Kuasa_Ku merupakan kuasa kehidupan
Yang Aku pentaskan hanyalah sebuah peran
Aku akan teruskan dan tetap bertahan
Sampai Aku hidup dalam hati kehidupan
20
Sukma_Ku berteriak dan meronta kuat
Tersiksa seakan menelan semangat
Aku semakin kebingungan terhilang tersesat
Seakan matahari_Ku terbit dari ufuk barat
21
Cahaya cinta hati kehidupan yang sangat Aku harap
Maukah Kamu menghampiriku dan mendekapku senyap
Pribadi manakah dari diri_Ku yang tak ingin Kau tatap
Untuk kehadiran_Mu aku selalu meratap
22
Muka_Ku yang kelam bagai malam yang tak berbintang
Dan Aku menatap wajah rembulan_Mu bersinar sempurna
Menerangi muka kelam_Ku yang meradang
Dan eng_Kau membuat hati kehidupan_Ku sejuk dalam dahaga
23
Aku termenung menunggu bimbang
Selalu dan terus menunggu saat Kau datang
Apakah Aku ini pribadi yang jahat, congkak, dan sombong
Sehingga Kau tak pernah mau bertandang
24
Kau biarkan Aku termangu terdiam sunyi
Saat Aku berteriak dan Kamu terdiam seribu bahasa
Aku terdiam dan Kamu terdiam kembali
Sunyi yang menyengat sangat menyelimuti semua kata
25
Aku adalah kematian dan Kamu adalah kehidupan
Aku adalah benci dan Kamu adalah cinta
Aku adalah kegelapan dan Kamu adalah sinaran
Aku adalah derita dan Kamu adalah bahagia
26
Semua adalah kesatuan wujud yang Satu
Kematian dan kehidupan adalah kesatuan yang Satu
Benci dan cinta adalah kesatuan yang Satu
Dan
Kamu dan Aku adalah kesatuan wujud yang satu
27
Aku adalah malaikat dan Kau adalah semesta tempat mengabdi
Aku adalah nabi dan Kau adalah kilat yang akan Aku tunggangi
Aku adalah rasul dan Kau adalah jalan yang akan Aku lalui
Aku adalah Aku dan Kau adalah arasy yang akan Aku tempati
28
Aku adalah kejahatan yang gelap berlipat
Aku adalah jurang kesombongan penuh bebatuan
Aku adalah api kematian yang menjilat-jilat
Bunuhlah Aku dengan api kehidupan
Kareana kematian_Ku adalah kehidupan_Ku
29
Kebahagiaan datanglah, kunjungi kematian_Ku
Berjalanlah berdampingan bersama_Ku
Obati kesunyian lembah sukma hati_Ku
Yang terasa dingin membekukan kematian_Ku
30
Kelamnya kehidupan dan terangnya lentera kematian
Menyertai cinta dan kebencian dalam hati
Muram wajah sayu sang mentari kehidupan
Melambaikan tangan ketika Aku menjemput kematian
31
Bahagia dalam kematian, sengsara merana dalam kehidupan
Semuanya seakan tiada bermula dan tanpa penghujung
Berjalan tanpa langkah dan tangan tak berayun
Membuat kehidupanku hidup bermuram murung
32
Jelaskan kepadaku arti kesunyian nyanyian_Mu
Pandangan_Mu kosong penuh makna bersahaja
Gemerincing kebisuan menghiasasi mulut kematian_Mu
Gemuruh guntur menggejala dalam sukma jiwa
33
Lembar demi lembar terbuka kertas putih kehidupan
Kehidupan demi kehidupan tertutup terlupakan
Pintu demi pintu kematian mengawali kehidupan
Tinta demi tinta tertumpah menulis kisah perjalanan
34
Kebahagian melambangkan kehidupan……….dan
Kehidupan melambangkan percintaan…………dan
Percintaan melambangkan ketuhanan………dan
Ketuhanan penuh dengan kedamaian………..tapi
Kareana ketuhanan, tertumpah darah mengerikan
Ya tuhan mengapa….., mengapa Kau biarkan ?
35
Persahabatan seakan menguap sirna
Perbedaan adalah musuh terutama, tapi
Perbedaan adalah juga sumber kebahagiaan
Dan kebahagiaan adalah kehidupan
Dan kehidupan terlahir atas dasar cinta
36
Setiap Aku mendekat maka Kaupun Menjauh
Bersamamu Aku merasakan hati yang teramat teduh
Kepadamu Aku ingin berpeluh keluh
Hingga terasa seluruh kematian terbasuh
37
Air dari hati kehidupan begitu sulit untuk didapat
Seakan semuanya telah punah dan tersumbat lekat
Dalam kehidupan_Ku akankah sebuah kisah tersirat
Dari air hati kehidupan yang penuh berkah dan rahmat
38
Jiwa dan raga_Ku tergetar dalam cinta
Merobohkan dinding baja pelindung sukma
Akankah semuanya terjadi dan nyata adanya
Ataukah hanya selintas bahagia maya
39
Kematian…., chayamu seakan meredup
Ketika jiwa ini mengakhiri hidup
Ketika intuisi kerap hari Aku kecup
Tak terkecuali……., semuanya tercakup
40
Cahaya hidup itu membutakan sudut mata hati ini
Sukma menangis berteriak memekak
Ketika lonceng wahyu terdengar mengiringi
Tak berdaya hati melangkah, hanya mampu merangkak
41
Sebuah imajinasi bercahaya menerangi jalan_Ku
Tapi segala yang Aku lakukan hanyalah terpaku
Membisu dan tak bergerak mendekati takdir_Ku
Sukma jiwa_Ku hanya terbaring membujur kaku
42
Sebuah bayangan muncul tak jelas
Sebuah langkah kaki yang terayun lepas bebas
Dengan sebuah tawa yang terdengar begitu culas
Di atas sebuah raungan yang sangat memelas
43
Kapankah semua akan berlalu dan melangkah maju
Kapankah kehidupan akan terengkuh nafas yama
Kapankah kematian akan datang membahagiakan_Ku
Karena kehidupan_Ku menjadikan_Ku merana sengsara
44
Kehidupan adalah penderitaan
Kematian adalah kebahagiaan
Penderitaan selalu akan membahagiakan
Dan
Kematian akan selalu mengawali kehidupan
45
Dalam kematian Aku akan hidup selamanya
Dalam penderitaan Aku akan hidup bahagia
Dalam cahaya intuisi Aku akan bersahaja
Dalam sinaran Aku akan bercahaya
46
Keyakinan yang mana yang harus diyakini
Karena dari keyakinan Aku menghibakan intuisi
Yang akan merubah semua intuisi
Menjadi kenyataan yang Aku sadari sendiri
47
Kegelapan dan kegelapan yang Aku jumpai
Memisahkan sukma dari yang diyakini
Yang Aku sadari akankah terkuak dari sukma hati
Dalam kehidupan yang selalu datang dalam mimpi
48
Keberhasilan dan keberhasilan datang dan berlalu begitu saja
Tanpa mengacuhkan kematian yang terdiam dalam sahaja
Wahai engkau kematian yang sedang bersahaja
Datang dan obati semua duka sukma
49
Berlari dan berlari dalam sendiri di dunia mimpi
Kau berdiri menatapku penuh kebingungan
Terik mentari terasa membakar kaki
Aku terus berlari berteman sinaran mentari meretas keridhaan
50
Sesekali Aku berharap intuisi datang menjelma
Menjadi tongkat yang akan menentun_Ku berjalan bahagia
Bayangan kehidupan berubah sungguh nyata
Takkan ada lagi dusta
Hijab terbuka dan semua hadir nyata ada
51
Imajinasi_Ku menjelma menjadi sebuah bentuk
Bentuk itu…. Seakan tak berbayang
Ia menatap_Ku dengan tatapan yang tajam menusuk
Seakan diri_Ku ini adalah bayang-bayang
52
Ketika hati bertutur kata seribu bahasa
Sang lidah terdiam membisu kelu tak berdaya
Mengertikah Kau wahai pujangga cinta
Ketika sang intuisi datang menghampiri sukma jiwa
53
Takkan pernah ada kata-kata yang dapat menjelaskan
Kenapa cinta begitu kejam membahagiakan
Takkan pernah ada orang yang dapat mengungkapkan
Kenapa kebahagiaan terlantun sangat memilukan
54
Mengertilah keunikan kepribadianku yang semu
Jangan Kau menghindari_Ku karena rasa malu
Temani Aku yang selalu terlelap dalam sukma rindu
Bangkitkan intuisi-intuisi yang selama ini terhijab selalu
55
Hatiku melangkah lesu tak bertuju
Wahai kematian……Aku berharap kepadamu
Bangunkan Aku dari mimpi-mimpi yang selalu mengganggu
Datangkanlah kepada_Ku hidangan-hidangan surgamu
56
Lutut_Ku tergetar menanti fajar
Mulut_Ku seakan terkunci gembok yang semakin membesar
Mata_Ku terpejam menanti sadar
Telinga_Ku seakan tertutup rapat dan tak ingin mendengar
57
Wahai cahaya yang menerangi angkasa
Aku ingin Kau tetap ada ketika malaikat-malaikat menjelma
Kau berkilah sombong terdiam dalam bahasa
Dan terbang menghilang meninggalkan malam dalam gulita
58
Wahai bahagia, bernyanyilah bersama_Ku
Wahai bahagia, bawa serta cinta_Mu
Wahai bahagia, berlabuhlah di sukma_Ku
Wahai bahagia, berbahagialah ! maka bahagia_Ku untuk_Mu
59
Aku berdiri bimbang dan membeku
Melihat persimpangan yang sepi membisu
Aku menghiba kepada intuisi menghadirkan dirinya pada_Ku
Tentukan jalan mana yang harus Aku tempuh dan terus maju
60
Intuisi yang Aku harapkan tak kunjung ada
Mata_Ku terasa perih dan membuta
Sukma hati bergetar merayu cahaya
Untuk hadir di diri dan menuntun langkah kaki jiwa
61
Ke manakah diri_Ku menghilang pergi
Semua terasa hampa menghilang maya
Aku berdo’a dan berharap diri jiwa_Ku untuk kembali
Dan tetap menuntun diri ini dan ikhlas menemani
62
Aku berdoa dengan hati penuh keyakinan
Karena kenyataan takkan hadir tanpa keyakinan
Keyakinan adalah raja dalam singgasana kehidupan
Dan pengawalnya adalah jiwa, akal, dan fikiran
63
Sampaikan salam_Ku pada muka malam
Kareana kematian_Ku terasa begitu kelam
Angan ini terus mengingat segala masa silam
Lupakanlah….dan bangkitlah bersama ilham
64
Haru biru nafas_Ku menghiba iba
Mengharap jantung_Ku berdetak seirama
Aliran darah_Ku yang penuh tangga nada
Memeluk hati_Ku merangkul sukma
65
Berjalanlah menuju satu titik bersama
Merangkul erat desah nafas penuh bahagia
Riuh bergelombang tertawa ria
Meluruhkan jutaan penderitaan dalam do’a
66
Tariklah nafas dengan semagat lugas
Tataplah alam semesta yang sangat luas
Penuh dengan derita dan bahagia berbatas
Dan hembuskan nafas_Mu tanpa ragu dan was-was
Hasilkan irama cinta takberbatas ikhlas
67
Robah semua kehidupan menjadi kematian
Jadikan apa yang kamu impikan tercapai
Satukanlah penderitaan dengan kebahagiaan
Membuat cinta dan benci berebut tahta hati
68
Apa yang tersirat adalah kepura-puraan
Tiada selain perbuatan kesombongan
Tiada selain suara nafas kebohongan
Di dalamnya hanya terdapat keraguraguan
69
Jejak-jejak kaki berawal dari kehidupan
Menangis, tertawa, dan berbicara dalam dusta
Jejak-jejak kaki berakhir di kematian
Mengawali kehidupan dari hidup yang nyata
70
Hadirkan segelas kerinduan yang melimpah
Menyuguhkan apa yang Aku inginkan
Hidup dari kematian yang teduh bertuah
Mati dalam kehidupan yang rugi merugikan
71
Hadirkan diri_Ku dari nafas yang tercipta
Mengelus badan jiwa yang letih tertatih-tatih
Merengkuh sukma yang terbilas cinta
Dengan tatapan mata jiwa yang lirih merintih
72
Duduklah di pangkuan cinta tanpa meretas dosa
Dengan tangan_Mu raihlah kehidupan tanpa noda
Langkahkan kaki_Mu menuju surga bahagia
Terlelaplah dalam pelukan hati berlimpah cinta
73
Mata_Ku terperanjat menangkap cahaya bahagia
Seakan terkejut menatap cahaya bak kilat berkelebat
Telinga_Ku tergetar mendengar gemuruh cinta
Yang menderu-deru melanda seluruh zurraat
74
Kerlingan mata cinta menghidupkan kehidupan
Getaran hati cinta melepaskan penderitaan
Sinaran sukma jiwa membutakan kematian
Hembusan nafas sukma menghadirkan kebahagiaan
Dan Aku-pun tertawa bahagia dalam penderitaan
75
Bulan bersinar purnama menerangi kegelapan
Menerangi alam kematian kehidupan ini
Menuntun sukma merangkul derita kebahagiaan
Yang hadir dan berdiri tegak di hadapan diri
76
Aku akan mengikatmu dengan derita cinta
Takkan Aku biarkan Kau pergi tak berjejak
Aku akan melebur bersama_Mu dalam suka dan duka cinta
Kemanapun Kau beranjak, bersama_Mu Aku akan beranjak
77
Ada sesuatu yang akan dan selalu mengikat dan melemahkan_Ku
Terpancar dari teduhnya pandangan mata_Mu
Terpijarkan menyentuh merengkuh, dan menghangatkan hati_Ku
Membuat_Ku terlelap dan memimpikan cinta_Mu
78
Tapi Aku tak ingin itu berlaku hanya dalam mimpi
Tapi Aku mau semuanya nyata merengkuh jiwa
Yang Aku rasa, semua hanyalah imajinasi penuh ilusi
Dan Aku berdo’a semoga intuisi sudi datang menyapa
79
Menuntun jiwa menjemput sukma
Memberi rasa apa yang ingin Aku rasa
Menghilangkan derita yang pernah mendera
Menghadirkan bahagia yang selalu Aku damba
80
Kilauan cahaya yang Aku peroleh membisukan hati kegelapan
Apakah itu yang selama ini Aku harapkan ?
Perolehan manakah yang dapat menyumbat penderitaan
Titik nadir manakah tmpat singgahnya kebahagiaan ?
Apakah disana tempat_Mu bersemayam ya…tuhan ?
81
Hadirkanlah wajah_Mu yang penuh keindahan
Ciptakan semua kebisuan menjadi kebahagiaan
Taklukkan yama yang bersemayam dalam kematian
Matikan cahaya kegelapan dari penderitaan
82
Kerinduan_Ku kaku membisu membuat hati ini kelu
Jiwa_Ku meradang kaku membeku pilu
Terdiam dalam kerinduan menanti bahagia dalam sendu
Bersama semesta alam bercanda dalam haru biru
83
Tiada pendpatan selain menyertakan kerugian
Kehilangan takkan ada selain nyawa kehidupan
Melahirkan air mata air sumber kesucian
Mendatangkan kematian menyambut kehidupan
84
Harapan dari perolehan adalah kerugian
Menyumbat mulut penuh celoteh tentang cinta
Meremukkan sendi-sendi hati, begitu mematikan
Merampas harapan yang bersembunyi dalam asa
85
Dada tertekan sesak menghalau nafas
Tak ada yang terlahir, membekukan sukma
Menggoncang jiwa mendatangkan cemas
Menyisipkan kematian menghadirkan surga
Menindih neraka yang membakar semua bahagia
86
Biarkanlah Aku tersenyum sekali ini saja
Biarkanlah Aku menangis meraung penuh sahaja
Biarkanlah Aku tertawa penuh derita
Biarkanlah Aku terlantun dalam hina
87
Biarkan jiwa hati meminum air karma
Aku tak ingin menolak semua karunia kaza
Tak ada yang merugikan dalam diri yang ada
Walaupun kebencian merangkum sukma
88
Suatu perolehan bukanlah apa yang Kamu peroleh
Suatu kerugian bukanlah tentu rugi yang ada
Segala sesuatu adalah semua yang tertoreh
Karena kerugian dan perolehan adalah sama maya
89
Kerlipan bintang menghiasi gelapnya muka langit
Lirihnya nafas, ingin menyejukkan wajah malam
Yang membisu sepi seakan menelan siang penuh jerit
Apa yang Aku dengar hanyalah suara langkah jarum jam
Seakan berjalan tanpa peluh keluh meninggalkan masa silam
90
Di dalam kesendirian_Ku Aku terjaga
Yang terasa di sekelilingku hanya hampa yang memanja
Sunyinya nyanyian kelam pasti kan Aku rasa
Kareana Aku percaya kehampaan menjadikan segala sesuatu ada
91
Adanya keramaian, menemani kesendirian_Ku
Adanya kebahagiaan, menghilangkan kesedihan_Ku
Adanya kehidupan menggantikan kematian_Ku
Adanya kekenyangan menambah lapar_Ku
Adanya fikiran menciptakan kekosongan_Ku
Adanya keyakinan menjadikan nyata diri_Ku
Adanya cahaya menyinari kelam hampa_Ku
Adanya kesucian membasuh seluruh hina hati_Ku
Adanya pengorbanan melenyapkan derita jiwa-raga_Ku
Ada dan tiada, segalanya fana-nyata
92
Kau datang dalam kematian_Ku yang bersahaja
Membawa serta alam semesta bersama cinta
Menghempaskan bunga-bunga derita
Yang selama ini bersemi menyesakkan dada
93
Tatapan_Mu tajam menusuk, menembus halus
Bibir_Mu berbicara lantang bebas terlepas-awas
Suara_Mu terasa menyejukkan penuh tulus
Aura_Mu menandakan pribadi lugas penuh ikhlas
94
Kau begitu cermat dan dengan indah mengikat hati_Ku
Pancaran kecerdasan intuisi fikiran_Mu menciptakan_Ku
Melahirkan diri kembali, dan kematianku hanya mampu mengharu tersedu
Bersama_Mu, hati sukma cinta memancarkan cahaya kalbu
Menjadi pandu langkah jiwa berirama syahdu
Satukan langkah menuju surga bahagia yang menunggu penuh rindu
95
Tak ada keberanian yang menyertai langkah
Untuk merengkuh dan menghirup nafas indah
Dan terlepas ikhlas dari wajah yang penuh ghirah
Aku akan terus berharap dan berdo’a dengan sukma menengadah
Agar wajah ini teraliri air kesucian yang takkan pernah punah
Dan memancarkan keteduhan dari detak hati yang takkan pernah lelah
96
Dirimu yang selalu menghampiri hati cinta
Dirimu yang selalu menjadi inspirasi
Dirimu yang selalu melenyapkan duka sukma
Dirimu yang selalu menjadi intuisi
Dirimu yang selalu memuaskan dahaga
Dirimu adalah kebahagiaan yang Aku rasa
97
Jangan pernah mengecewakan cahaya surgawi
Dengan membalutnya bersama kelam muka hati
Jangan pernah mendustakan kehidupan hakiki
Dengan membungkusnya bersama kematian yang abadi
Kareana Aku tak ingin membenci ketika cinta bertahta di hati
98
Cahaya yang Aku pilih berubah kelam gelap
Bahagia yang Aku nanti berubah kelam derita
Jangan pernah Kau berubah, hangatkan Aku dalam dekap
Jangan biarkan semuanya berlalu sia-sia belaka
99
Tatapan mata_Mu membaca isi jiwa
Kepedihan yang Kau berikan membungkus bahagia
Panggilan_Mu lembut menyentuh dasar sukma
Hembusan nafas_Mu membawa pergi sang yama
100
Kau tertawa dan membuat_Ku tertawa bahagia
Kau bersedih dan membuat_Ku bersedih lebih
Kau menangis dan membuat_Ku menangis tersiksa
Kau bahagia dan membuat_Ku bahagia penuh kasih
101
Kau adalah intuisi yang datang menuntun hati
Kau adalah imajinasi yang berubah nyata ada
Kau adalah segala yang Aku cari dalam diri
Dan Aku adalah segala yang telah Kau cipta
102
Terkuaklah seluruh rahasia yang ada
Tersemburlah air mata air kesucian meneduhkan sukma hati
Terkuburlah kehidupan yang penuh tipu daya
Terhijablah kematian dalam alam surga cinta
103
Fikiran_Ku terpontang panting bimbang mengambang
Akalku terjerat ketat tali-temali kebodohan
Insting kemanusiaan berubah insting binatang jalang
Menghancurkan tahta jiwa yang berpahatkan intan
104
Jangan pernah berfikir tanpa jiwa akal
Karena apa yang Kau harap kan pupus gagal
Jangan pernah bersikap dengan hati frontal fatal
Karena akan menjadikan deritamu bergumpal bebal
105
Raut muka kehidupan_Ku kembali berseri
Yang Aku tatap seakan bunga yang mekar
Muka kelam_Ku berubah cerah menatap mentari
Hari-hari baru_Ku akan Aku mulai segar tegar
106
Apa yang selama ini menyelimuti badan jiwa
Hilang sirna bersama tatapan mata_Mu yang penuh makna
Tetaplah seperti yang Aku harapkan penuh cinta
Yang terpijar dari indahnya bola mata dinda
107
Jangan berpaling dari apa yang selama ini Kau cari
Kareana apa yang Kau pinta akan Aku beri
Jangan biarkan langkah hatiku dalam kesendirian lagi
Genggam tangan hati ini bersamamu menyambut mentari pagi
108
Semua yang Aku alkukan hanya untuk_Mu
Semua yang Aku butuhkan ada pada_Mu
Semua yang Aku nantikan datang bersama_Mu
Dan semua yang Aku tuliskan hanyalah bayang_Mu
109
Pastikan hati_Mu mengusir kematian maya_Ku
Jadikan Aku hidup bergelimang cahaya bahagia
Ceria dalam tawa nyata dan bukannya tawa semu
Karena keyakinan_Ku kepada_Mu melebihi duga
110
Nyata terlihat dan terbaca semua sikap
Bagaikan intuisi yang selama ini Aku hiba datang dan mendekap_Ku erat
Hembusan nafas_Mu menjadikan suara terucap
Memantapkan kaki-kaki jiwa untuk melangkah mendekat
111
Malam merambah gelap pekat tanpa wajah rembulan
Dinginnya angin malam seakan membekukan kerinduan
Merdunya nyanyian kesunyian menambah kecintaan
Apa yang Aku takutkan adalah berbunganya kebencian
Kareana tak ada yang akan diuntungkan kecuali setan
Dan cecunguk-cecunguk iblis tertawa kegirangan
Dan itulah satu-satunya bunga yang tak pernah Aku harapkan
112
Apakah yang disebut dengan cinta ?
Cinta adalah apa yang dirasakan dua hati
Merekah semerbak memenuhi nafas bumi dengan bahagia
Dan akan terwujud abadi bersama datangnya mati
113
Cinta penuh tangis dan tawa ria
Cinta yang akan hidup dalam keabadian jiwa dan raga
Cinta akan pasti datang dengan benci yang melanda
Cinta yang Kau rasa takkan dapat dimengerti tanpa benci ada bersama
114
Bila hati kehidupan telah Aku miliki
Maka kematian takkan berani mendekati
Bila cahaya hati menerangi sukma diri
Maka gelap malam yang pekat akan berganti
115
Kesatuan jiwa dan raga akan menciptakan cinta
Kesatuan keberagaman adalah kekuatan
Kesatuan dua hati akan melahirkan surga bahagia
Dan
Kesatuan akan terlahir bersama hidup yang nyata
116
Seseorang yang memiliki hati kehidupan
Berarti dia telah memiliki nafas ketuhanan
Seseorang yang mendekap pekat kematian
Berarti dia telah menghirup nafas kegelapan
117
Semua yang Aku harap bukanlah pengharapan
Semua yang Aku peroleh bukanlah perolehan
Semua yang Aku pegang bukanlah pegangan
Semua yang Aku kecup bukanlah kehidupan
118
Datangkanlah bahagia nyata bersama penderitaan
Karena penderitaan menciptakan kecintaan
Datangkanlah cinta maya bersama kehidupan
Kareana kehidupan melahirkan kematian
Kematian sesunguhnya adalah kehidupan dan penderitaan adalah kebahagiaan
119
Jiwa_Ku termangu kareana bayangan masa lalu
Penuh dengan ke-egoisan dan diri kesunyian
Kesendirian_Ku menjadi gemerincing lonceng wahyu
Yang terus mengatakan bahwa Kamu adalah keabadian
Sekali lagi Aku berfikir biarlah Tuhan_Ku yang menentukan
120
Yang Aku rasakan adalah kehadiran yang nyata
Yang memfirmankan, Kau ada dalam kesendirian
Yang selain diri_Mu berada dalam alam semesta maya fana
Yang berada dalam dekapan yama kehidupan
121
Keramaian yang Aku rasakah dalam kesunyian
Menambah kecintaan dalam ruang hati jiwa
Kesendirian_Ku dalam riuh pikuk keramaian
Bukanlah panji-panji ke-egoisan seperti yang Kau kira
Bukan pula bendera-bendera dari kesombongan
Akan tetapi wujud keberadaan_Ku yang takkan pernah Kau rasa ada
122
Langit menagis ketika awan hitam menyelimuti alam maya
Langit berteriak bergemuruh mengejutkan dunia
Langit terbakar ketika bumi dirundung kelam bara neraka
Langit terdiam dalam kekecewaan yang terus melanda
123
Kecerahan seketika berubah kelam
Kebahagiaan seketika berubah derita
Muka ceriaku seketika berubah muram
Hati hidup_Ku seketika berubah menjelma yama
124
Kebahagiaan-kebahagiaan yang Aku pandang
Berlalu mencemooh muka_Ku mendekap jiwa perpilin
Kesedihan-kesedihan yang tak ingi Aku pandang
Datang menghampiri membakar hati yang dingin
125
Harum tubuh_Mu menetap tanpa hasrat
Menusuk sukma_Ku, terhuyung Aku mengendus
Membuat_Ku tertatih-tatih menggapai kodrat
Yang menghilang bagaikan nafas yang terhembus
126
Waktu berdetak lamban memutar hari
Kau berjalan seakan hanya angan-angan
Tak pernah beranjak dari cahaya hati yang telah mati
Sadarlah dan bangkit berjalan dan berikan Aku getaran kehidupan
127
Aku akan menjadi pohon kelapa
Yang akan tumbuh subur di pegunungan ataupun pesisir pantai
Yang akan selalu melambaikan tangan kesepian dan penantian
Yang selalu menanti kehadiran angin kehidupan
Yang akan datang berhembus menyapa jiwa
Walaupun tanpa suara
Atau menghempas keras dengan suara bergemuruh dahsyat
Aku akan tetap berdiri
Wahai sahabat pernahkah Kau memperhatikan
Aku takkan pernah memiliki akar tunggal
Yang akan menghunjam menusuk ke hati bumi
Tapi Aku akan tetap berdiri tegak
Walaupun hempasan angin kebencian
Mempermainkanku siang dan malam
Dan pernahkah Kau renungkan mendalam
Bahwa aku takkan pernah memiliki cabang menyimpang
Itulah hati_Ku yang selalu Kau pandang kejam
Itulah keberadaan_Ku berdiri menjulang memancang
Bagaikan keinginan yang menembus ketinggian
Dan Aku tak akan dan tak akan pernah bercabang menyilang menyimpang
Tidakkah Kau fahami buah hasil karya_Ku
Yang terbentuk dari hatiku
Terlindung dalam kesucian tak terjamah
Terbungkus serat-serat penderitaan yang takkan pernah ingin Kau rasakan
Dan bagaikan kokohnya pohon kurma
Yang tumbuh di gurun sahara dalam panas yang membakar
Itulah kehidupan_Ku yang terus menantang
Panas matahari untuk menyinari_Ku sampai petang
Dan kareana panas yang membakar itulah
Aku akan menghasilkan buah yang merekah memerah
Mewangi penuh dengan kelezatan yang akan memabukkan
Menghilangkan dahaga setiap insan
Mengembalikan kekuatan hati untuk tetap bertahan
128
Ya Allah……, desah_Ku melantunkan lagu bimbang kebingungan
Menghembuskan udara penderitaan yang tak bertepi
Bagaikan pintalan benang-benang kusut
Yang takkan pernah dapat Aku temukan ujung-ujungnya
Bagaimana Aku harus menyelesaikan semua ini
Sungguh sangat melelahkan dan melemahkan
Apa yang harus Aku perbuat dengan diri_Mu
Kepenatan jiwa_Ku semakin meradang menyiksa
Adakah hati kehidupan yang akan menguatkan_Ku tuk terus berdiri
Mendekapku dalam hangat
Dan rebahkan hati ini di atas pangkuannya
129
Semuanya tampak seperti setan
Yang selalu bertekad untuk menyesatkan
Dari jalan yang selalu ingin Aku lalui
Meluruhkan cahaya diri yang seakan padam
130
Ingin Aku bangkitkan cahaya diri yang meredup
Tapi Aku tak berdaya
Keringat hatiku mengalir deras
Menyirami bunga-bunga keyakinan_Ku
Sukmaku terkuras tak berbekas dalam tanya
Apakah hati kehidupan yang cantik masih ada tersisa untuk_Ku ?
131
Masih adakah tuhan_Ku di diri_Ku
Masih adakah harapan itu untuk_Ku
Adakah kehidupan untuk kematian_Ku
Jangan pernah berdusta kepada_Ku
Kareana Aku takkan tertipu dengan segala janji_Mu
Buktikanlah bahwa Kau tak akan dan takkan pernah berdusta kepada_Ku
132
Seandainya kehidupan_Ku adalah kematian_Ku
Alangkah bejatnya diri_Mu terhadap diri_Ku
Kau telah dan akan membuat_Ku tersiksa
Merengek-rengek untuk sebuah cinta
133
Apakah ini hanyalah diri_Ku ataukah Kau memang kejam
Membuat mata derita_Ku tak pernah bisa terpejam
Tak adakah nilainya diri_Ku ini bagimu
Walaupun Aku hanyalah sebuah mainan bagi_Mu
134
Pernahkah Kau mengerti arti sebuah mainan
Bagi jiwa-jiwa yang suci tak bernoda dosa
Kau pasti mengerti…
Tapi Kau tetap acuh tak acuh terhadap_Ku
Jangan pernah menganggap diri_Ku egois
Kareana ke-egoisan hanya melekat pada diri_Mu



