.: Search Result :: Hasil Pencarian :.

Rabu, 30 Juli 2008

Aku dan Kamu

Aku dan Kamu


1

Hidup_Ku, akankah terwujud kerinduan_Ku

Hati_Ku, akankah seterang mentari

Malam_Ku, akankah membuat buta mata hati_Ku

Wahai cahaya, terangilah dan tuntunlah langkah-langkah hati_Ku

2

Cinta_Ku adalah cahaya kehidupan

Benci_Ku adalah mata hati kegelapan

Lamunan_Ku adalah gelap yang membutakan

Teman_Ku adalah iblis dan cecunguk-cecunguk setan

3

Berilah Aku cinta dari hati kehidupan

Sukma_Ku meradang haus akan kehidupan

Hati_Ku buta karena hati kehidupan

Pandanglah Aku wahai hati cahaya kehidupan

4

Hari ini, hati kehidupan_Ku menolak

Badan ini gugup tak ingin beranjak

Tangan ini menulis tanpa bercak

Hati kehidupan penuh gaya berlenggak

Dia memang melangkah congkak

5

Akankah Aku hidup dalam kehidupan

Akankah Aku hidup dalam kematian

Mungkinkah Aku menghidupkan kematian?

Atau

Dapatkah Aku mematikan kehidupan?

6

Tak akan pernah Aku bisa melakukan

Aku hanya angin yang berhembus tanpa perkataan

Aku hanya air yang selalu mengalir tanpa kekuatan

Aku hanya sesuatu yang dijatuhkan

Semua tidak akan bisa Aku tahan

Kalau bukan Aku adalah Tuhan

7

Sebenarnya Aku ingin berhenti

Untuk mencari kata-kata diri

Yang sebelumnya tak pernah Aku sadari

Dan terlihatlah seluruh isi hati


8

Pandanglah Aku sebagai binatang

Karena Aku tlah jalang lancang

Pelang ampunan akan Aku pancang

Kumohon jangan jadikan Aku binatang jalang

9

Aku hanya ingin menanam hati kehidupan

Akan Aku jadikan bekal dalam kematian

Tapi

Sebelumnya Aku ingin memiliki peran dalam kehidupan

10

Pernahkah Kamu hiraukan ?, dan

Tidakkah Kamu acuhkan ?, atau

Akankah Kamu memperhatikan ?

Tidak!

Kamu penuh dengan kesombongan

11

Aku tidak ingin mencintai_Mu, tapi

Aku tidak akan bisa hidup tanpa cinta

Dan Aku tak mungkin membenci, tapi

Aku takkan mungkin mencintai kalau bukan karena benci

Karena cinta takkan pernah ada, tanpa benci menghampiri

12

Dengan cinta kehidupan terus berlanjut

Kareana cinta urat nadi terus berdenyut

Dengan cinta kehidupan tercipta dan mencipta

Tapi,

Kareana cinta Kamu berdusta

13

Pusaran angin hayal fikiran_Ku membesar mengganas

Aku sendiri tak mengerti sesuatu yang membuat_Ku cemas

Hati dari kehidupan_Ku hancur terhempas

Seakan menghantam benteng batu cadas

14

Aku bingung dan termenung hilang

Akankah ada yang akan Aku kenang menang

Ataukah akan ada yang selalu menghadang

Cahaya_Ku, berilah Aku sinar yang terang

15

Jangan pernah menghindar dan menghilang dari sisi_Ku

Kareana hidup_Ku tak akan sanggup Aku jalani

Dalam kelam malam selalu berbisik pada_Ku

Kematian_Mu akan membuat hidup_Ku ini mati

16

Aku hanya menatap penuh ratap

Kareana Aku akan menjadi buta tanpa kehidupan

Aku akan dan terus berdo’a dan mengharap

Bahwa tangan kehidupan_Mu akan terus membimbing_Ku berjalan

17

Jangan pernah Kau berpaling dari muka kelam_Ku

Aku akan terhina di mata semua peran

Dan

Tak seorangpun sanggup menatap muka kelam_Ku

Tak terkecuali dia iblis ataupun setan

18

Berikan hati kehidupan dan cahaya cinta_Mu

Seret, pukul, hantam, dan bantinglah Aku

Maka, muka kelam_Ku akan bercahaya dengan cinta_Mu

Karena itu Aku akan tetap bertahan dan terdiam terpaku

19

Kuasa_Ku merupakan kuasa kehidupan

Yang Aku pentaskan hanyalah sebuah peran

Aku akan teruskan dan tetap bertahan

Sampai Aku hidup dalam hati kehidupan

20

Sukma_Ku berteriak dan meronta kuat

Tersiksa seakan menelan semangat

Aku semakin kebingungan terhilang tersesat

Seakan matahari_Ku terbit dari ufuk barat

21

Cahaya cinta hati kehidupan yang sangat Aku harap

Maukah Kamu menghampiriku dan mendekapku senyap

Pribadi manakah dari diri_Ku yang tak ingin Kau tatap

Untuk kehadiran_Mu aku selalu meratap

22

Muka_Ku yang kelam bagai malam yang tak berbintang

Dan Aku menatap wajah rembulan_Mu bersinar sempurna

Menerangi muka kelam_Ku yang meradang

Dan eng_Kau membuat hati kehidupan_Ku sejuk dalam dahaga

23

Aku termenung menunggu bimbang

Selalu dan terus menunggu saat Kau datang

Apakah Aku ini pribadi yang jahat, congkak, dan sombong

Sehingga Kau tak pernah mau bertandang

24

Kau biarkan Aku termangu terdiam sunyi

Saat Aku berteriak dan Kamu terdiam seribu bahasa

Aku terdiam dan Kamu terdiam kembali

Sunyi yang menyengat sangat menyelimuti semua kata

25

Aku adalah kematian dan Kamu adalah kehidupan

Aku adalah benci dan Kamu adalah cinta

Aku adalah kegelapan dan Kamu adalah sinaran

Aku adalah derita dan Kamu adalah bahagia

26

Semua adalah kesatuan wujud yang Satu

Kematian dan kehidupan adalah kesatuan yang Satu

Benci dan cinta adalah kesatuan yang Satu

Dan

Kamu dan Aku adalah kesatuan wujud yang satu

27

Aku adalah malaikat dan Kau adalah semesta tempat mengabdi

Aku adalah nabi dan Kau adalah kilat yang akan Aku tunggangi

Aku adalah rasul dan Kau adalah jalan yang akan Aku lalui

Aku adalah Aku dan Kau adalah arasy yang akan Aku tempati

28

Aku adalah kejahatan yang gelap berlipat

Aku adalah jurang kesombongan penuh bebatuan

Aku adalah api kematian yang menjilat-jilat

Bunuhlah Aku dengan api kehidupan

Kareana kematian_Ku adalah kehidupan_Ku

29

Kebahagiaan datanglah, kunjungi kematian_Ku

Berjalanlah berdampingan bersama_Ku

Obati kesunyian lembah sukma hati_Ku

Yang terasa dingin membekukan kematian_Ku

30

Kelamnya kehidupan dan terangnya lentera kematian

Menyertai cinta dan kebencian dalam hati

Muram wajah sayu sang mentari kehidupan

Melambaikan tangan ketika Aku menjemput kematian

31

Bahagia dalam kematian, sengsara merana dalam kehidupan

Semuanya seakan tiada bermula dan tanpa penghujung

Berjalan tanpa langkah dan tangan tak berayun

Membuat kehidupanku hidup bermuram murung

32

Jelaskan kepadaku arti kesunyian nyanyian_Mu

Pandangan_Mu kosong penuh makna bersahaja

Gemerincing kebisuan menghiasasi mulut kematian_Mu

Gemuruh guntur menggejala dalam sukma jiwa

33

Lembar demi lembar terbuka kertas putih kehidupan

Kehidupan demi kehidupan tertutup terlupakan

Pintu demi pintu kematian mengawali kehidupan

Tinta demi tinta tertumpah menulis kisah perjalanan

34

Kebahagian melambangkan kehidupan……….dan

Kehidupan melambangkan percintaan…………dan

Percintaan melambangkan ketuhanan………dan

Ketuhanan penuh dengan kedamaian………..tapi

Kareana ketuhanan, tertumpah darah mengerikan

Ya tuhan mengapa….., mengapa Kau biarkan ?

35

Persahabatan seakan menguap sirna

Perbedaan adalah musuh terutama, tapi

Perbedaan adalah juga sumber kebahagiaan

Dan kebahagiaan adalah kehidupan

Dan kehidupan terlahir atas dasar cinta

36

Setiap Aku mendekat maka Kaupun Menjauh

Bersamamu Aku merasakan hati yang teramat teduh

Kepadamu Aku ingin berpeluh keluh

Hingga terasa seluruh kematian terbasuh

37

Air dari hati kehidupan begitu sulit untuk didapat

Seakan semuanya telah punah dan tersumbat lekat

Dalam kehidupan_Ku akankah sebuah kisah tersirat

Dari air hati kehidupan yang penuh berkah dan rahmat

38

Jiwa dan raga_Ku tergetar dalam cinta

Merobohkan dinding baja pelindung sukma

Akankah semuanya terjadi dan nyata adanya

Ataukah hanya selintas bahagia maya

39

Kematian…., chayamu seakan meredup

Ketika jiwa ini mengakhiri hidup

Ketika intuisi kerap hari Aku kecup

Tak terkecuali……., semuanya tercakup

40

Cahaya hidup itu membutakan sudut mata hati ini

Sukma menangis berteriak memekak

Ketika lonceng wahyu terdengar mengiringi

Tak berdaya hati melangkah, hanya mampu merangkak

41

Sebuah imajinasi bercahaya menerangi jalan_Ku

Tapi segala yang Aku lakukan hanyalah terpaku

Membisu dan tak bergerak mendekati takdir_Ku

Sukma jiwa_Ku hanya terbaring membujur kaku

42

Sebuah bayangan muncul tak jelas

Sebuah langkah kaki yang terayun lepas bebas

Dengan sebuah tawa yang terdengar begitu culas

Di atas sebuah raungan yang sangat memelas

43

Kapankah semua akan berlalu dan melangkah maju

Kapankah kehidupan akan terengkuh nafas yama

Kapankah kematian akan datang membahagiakan_Ku

Karena kehidupan_Ku menjadikan_Ku merana sengsara

44

Kehidupan adalah penderitaan

Kematian adalah kebahagiaan

Penderitaan selalu akan membahagiakan

Dan

Kematian akan selalu mengawali kehidupan

45

Dalam kematian Aku akan hidup selamanya

Dalam penderitaan Aku akan hidup bahagia

Dalam cahaya intuisi Aku akan bersahaja

Dalam sinaran Aku akan bercahaya

46

Keyakinan yang mana yang harus diyakini

Karena dari keyakinan Aku menghibakan intuisi

Yang akan merubah semua intuisi

Menjadi kenyataan yang Aku sadari sendiri

47

Kegelapan dan kegelapan yang Aku jumpai

Memisahkan sukma dari yang diyakini

Yang Aku sadari akankah terkuak dari sukma hati

Dalam kehidupan yang selalu datang dalam mimpi

48

Keberhasilan dan keberhasilan datang dan berlalu begitu saja

Tanpa mengacuhkan kematian yang terdiam dalam sahaja

Wahai engkau kematian yang sedang bersahaja

Datang dan obati semua duka sukma

49

Berlari dan berlari dalam sendiri di dunia mimpi

Kau berdiri menatapku penuh kebingungan

Terik mentari terasa membakar kaki

Aku terus berlari berteman sinaran mentari meretas keridhaan

50

Sesekali Aku berharap intuisi datang menjelma

Menjadi tongkat yang akan menentun_Ku berjalan bahagia

Bayangan kehidupan berubah sungguh nyata

Takkan ada lagi dusta

Hijab terbuka dan semua hadir nyata ada

51

Imajinasi_Ku menjelma menjadi sebuah bentuk

Bentuk itu…. Seakan tak berbayang

Ia menatap_Ku dengan tatapan yang tajam menusuk

Seakan diri_Ku ini adalah bayang-bayang

52

Ketika hati bertutur kata seribu bahasa

Sang lidah terdiam membisu kelu tak berdaya

Mengertikah Kau wahai pujangga cinta

Ketika sang intuisi datang menghampiri sukma jiwa

53

Takkan pernah ada kata-kata yang dapat menjelaskan

Kenapa cinta begitu kejam membahagiakan

Takkan pernah ada orang yang dapat mengungkapkan

Kenapa kebahagiaan terlantun sangat memilukan

54

Mengertilah keunikan kepribadianku yang semu

Jangan Kau menghindari_Ku karena rasa malu

Temani Aku yang selalu terlelap dalam sukma rindu

Bangkitkan intuisi-intuisi yang selama ini terhijab selalu

55

Hatiku melangkah lesu tak bertuju

Wahai kematian……Aku berharap kepadamu

Bangunkan Aku dari mimpi-mimpi yang selalu mengganggu

Datangkanlah kepada_Ku hidangan-hidangan surgamu

56

Lutut_Ku tergetar menanti fajar

Mulut_Ku seakan terkunci gembok yang semakin membesar

Mata_Ku terpejam menanti sadar

Telinga_Ku seakan tertutup rapat dan tak ingin mendengar

57

Wahai cahaya yang menerangi angkasa

Aku ingin Kau tetap ada ketika malaikat-malaikat menjelma

Kau berkilah sombong terdiam dalam bahasa

Dan terbang menghilang meninggalkan malam dalam gulita

58

Wahai bahagia, bernyanyilah bersama_Ku

Wahai bahagia, bawa serta cinta_Mu

Wahai bahagia, berlabuhlah di sukma_Ku

Wahai bahagia, berbahagialah ! maka bahagia_Ku untuk_Mu

59

Aku berdiri bimbang dan membeku

Melihat persimpangan yang sepi membisu

Aku menghiba kepada intuisi menghadirkan dirinya pada_Ku

Tentukan jalan mana yang harus Aku tempuh dan terus maju

60

Intuisi yang Aku harapkan tak kunjung ada

Mata_Ku terasa perih dan membuta

Sukma hati bergetar merayu cahaya

Untuk hadir di diri dan menuntun langkah kaki jiwa

61

Ke manakah diri_Ku menghilang pergi

Semua terasa hampa menghilang maya

Aku berdo’a dan berharap diri jiwa_Ku untuk kembali

Dan tetap menuntun diri ini dan ikhlas menemani

62

Aku berdoa dengan hati penuh keyakinan

Karena kenyataan takkan hadir tanpa keyakinan

Keyakinan adalah raja dalam singgasana kehidupan

Dan pengawalnya adalah jiwa, akal, dan fikiran

63

Sampaikan salam_Ku pada muka malam

Kareana kematian_Ku terasa begitu kelam

Angan ini terus mengingat segala masa silam

Lupakanlah….dan bangkitlah bersama ilham

64

Haru biru nafas_Ku menghiba iba

Mengharap jantung_Ku berdetak seirama

Aliran darah_Ku yang penuh tangga nada

Memeluk hati_Ku merangkul sukma

65

Berjalanlah menuju satu titik bersama

Merangkul erat desah nafas penuh bahagia

Riuh bergelombang tertawa ria

Meluruhkan jutaan penderitaan dalam do’a

66

Tariklah nafas dengan semagat lugas

Tataplah alam semesta yang sangat luas

Penuh dengan derita dan bahagia berbatas

Dan hembuskan nafas_Mu tanpa ragu dan was-was

Hasilkan irama cinta takberbatas ikhlas

67

Robah semua kehidupan menjadi kematian

Jadikan apa yang kamu impikan tercapai

Satukanlah penderitaan dengan kebahagiaan

Membuat cinta dan benci berebut tahta hati

68

Apa yang tersirat adalah kepura-puraan

Tiada selain perbuatan kesombongan

Tiada selain suara nafas kebohongan

Di dalamnya hanya terdapat keraguraguan

69

Jejak-jejak kaki berawal dari kehidupan

Menangis, tertawa, dan berbicara dalam dusta

Jejak-jejak kaki berakhir di kematian

Mengawali kehidupan dari hidup yang nyata

70

Hadirkan segelas kerinduan yang melimpah

Menyuguhkan apa yang Aku inginkan

Hidup dari kematian yang teduh bertuah

Mati dalam kehidupan yang rugi merugikan

71

Hadirkan diri_Ku dari nafas yang tercipta

Mengelus badan jiwa yang letih tertatih-tatih

Merengkuh sukma yang terbilas cinta

Dengan tatapan mata jiwa yang lirih merintih

72

Duduklah di pangkuan cinta tanpa meretas dosa

Dengan tangan_Mu raihlah kehidupan tanpa noda

Langkahkan kaki_Mu menuju surga bahagia

Terlelaplah dalam pelukan hati berlimpah cinta

73

Mata_Ku terperanjat menangkap cahaya bahagia

Seakan terkejut menatap cahaya bak kilat berkelebat

Telinga_Ku tergetar mendengar gemuruh cinta

Yang menderu-deru melanda seluruh zurraat

74

Kerlingan mata cinta menghidupkan kehidupan

Getaran hati cinta melepaskan penderitaan

Sinaran sukma jiwa membutakan kematian

Hembusan nafas sukma menghadirkan kebahagiaan

Dan Aku-pun tertawa bahagia dalam penderitaan

75

Bulan bersinar purnama menerangi kegelapan

Menerangi alam kematian kehidupan ini

Menuntun sukma merangkul derita kebahagiaan

Yang hadir dan berdiri tegak di hadapan diri

76

Aku akan mengikatmu dengan derita cinta

Takkan Aku biarkan Kau pergi tak berjejak

Aku akan melebur bersama_Mu dalam suka dan duka cinta

Kemanapun Kau beranjak, bersama_Mu Aku akan beranjak

77

Ada sesuatu yang akan dan selalu mengikat dan melemahkan_Ku

Terpancar dari teduhnya pandangan mata_Mu

Terpijarkan menyentuh merengkuh, dan menghangatkan hati_Ku

Membuat_Ku terlelap dan memimpikan cinta_Mu

78

Tapi Aku tak ingin itu berlaku hanya dalam mimpi

Tapi Aku mau semuanya nyata merengkuh jiwa

Yang Aku rasa, semua hanyalah imajinasi penuh ilusi

Dan Aku berdo’a semoga intuisi sudi datang menyapa

79

Menuntun jiwa menjemput sukma

Memberi rasa apa yang ingin Aku rasa

Menghilangkan derita yang pernah mendera

Menghadirkan bahagia yang selalu Aku damba

80

Kilauan cahaya yang Aku peroleh membisukan hati kegelapan

Apakah itu yang selama ini Aku harapkan ?

Perolehan manakah yang dapat menyumbat penderitaan

Titik nadir manakah tmpat singgahnya kebahagiaan ?

Apakah disana tempat_Mu bersemayam ya…tuhan ?

81

Hadirkanlah wajah_Mu yang penuh keindahan

Ciptakan semua kebisuan menjadi kebahagiaan

Taklukkan yama yang bersemayam dalam kematian

Matikan cahaya kegelapan dari penderitaan

82

Kerinduan_Ku kaku membisu membuat hati ini kelu

Jiwa_Ku meradang kaku membeku pilu

Terdiam dalam kerinduan menanti bahagia dalam sendu

Bersama semesta alam bercanda dalam haru biru

83

Tiada pendpatan selain menyertakan kerugian

Kehilangan takkan ada selain nyawa kehidupan

Melahirkan air mata air sumber kesucian

Mendatangkan kematian menyambut kehidupan

84

Harapan dari perolehan adalah kerugian

Menyumbat mulut penuh celoteh tentang cinta

Meremukkan sendi-sendi hati, begitu mematikan

Merampas harapan yang bersembunyi dalam asa

85

Dada tertekan sesak menghalau nafas

Tak ada yang terlahir, membekukan sukma

Menggoncang jiwa mendatangkan cemas

Menyisipkan kematian menghadirkan surga

Menindih neraka yang membakar semua bahagia

86

Biarkanlah Aku tersenyum sekali ini saja

Biarkanlah Aku menangis meraung penuh sahaja

Biarkanlah Aku tertawa penuh derita

Biarkanlah Aku terlantun dalam hina

87

Biarkan jiwa hati meminum air karma

Aku tak ingin menolak semua karunia kaza

Tak ada yang merugikan dalam diri yang ada

Walaupun kebencian merangkum sukma

88

Suatu perolehan bukanlah apa yang Kamu peroleh

Suatu kerugian bukanlah tentu rugi yang ada

Segala sesuatu adalah semua yang tertoreh

Karena kerugian dan perolehan adalah sama maya

89

Kerlipan bintang menghiasi gelapnya muka langit

Lirihnya nafas, ingin menyejukkan wajah malam

Yang membisu sepi seakan menelan siang penuh jerit

Apa yang Aku dengar hanyalah suara langkah jarum jam

Seakan berjalan tanpa peluh keluh meninggalkan masa silam

90

Di dalam kesendirian_Ku Aku terjaga

Yang terasa di sekelilingku hanya hampa yang memanja

Sunyinya nyanyian kelam pasti kan Aku rasa

Kareana Aku percaya kehampaan menjadikan segala sesuatu ada

91

Adanya keramaian, menemani kesendirian_Ku

Adanya kebahagiaan, menghilangkan kesedihan_Ku

Adanya kehidupan menggantikan kematian_Ku

Adanya kekenyangan menambah lapar_Ku

Adanya fikiran menciptakan kekosongan_Ku

Adanya keyakinan menjadikan nyata diri_Ku

Adanya cahaya menyinari kelam hampa_Ku

Adanya kesucian membasuh seluruh hina hati_Ku

Adanya pengorbanan melenyapkan derita jiwa-raga_Ku

Ada dan tiada, segalanya fana-nyata

92

Kau datang dalam kematian_Ku yang bersahaja

Membawa serta alam semesta bersama cinta

Menghempaskan bunga-bunga derita

Yang selama ini bersemi menyesakkan dada

93

Tatapan_Mu tajam menusuk, menembus halus

Bibir_Mu berbicara lantang bebas terlepas-awas

Suara_Mu terasa menyejukkan penuh tulus

Aura_Mu menandakan pribadi lugas penuh ikhlas

94

Kau begitu cermat dan dengan indah mengikat hati_Ku

Pancaran kecerdasan intuisi fikiran_Mu menciptakan_Ku

Melahirkan diri kembali, dan kematianku hanya mampu mengharu tersedu

Bersama_Mu, hati sukma cinta memancarkan cahaya kalbu

Menjadi pandu langkah jiwa berirama syahdu

Satukan langkah menuju surga bahagia yang menunggu penuh rindu

95

Tak ada keberanian yang menyertai langkah

Untuk merengkuh dan menghirup nafas indah

Dan terlepas ikhlas dari wajah yang penuh ghirah

Aku akan terus berharap dan berdo’a dengan sukma menengadah

Agar wajah ini teraliri air kesucian yang takkan pernah punah

Dan memancarkan keteduhan dari detak hati yang takkan pernah lelah

96

Dirimu yang selalu menghampiri hati cinta

Dirimu yang selalu menjadi inspirasi

Dirimu yang selalu melenyapkan duka sukma

Dirimu yang selalu menjadi intuisi

Dirimu yang selalu memuaskan dahaga

Dirimu adalah kebahagiaan yang Aku rasa


97

Jangan pernah mengecewakan cahaya surgawi

Dengan membalutnya bersama kelam muka hati

Jangan pernah mendustakan kehidupan hakiki

Dengan membungkusnya bersama kematian yang abadi

Kareana Aku tak ingin membenci ketika cinta bertahta di hati

98

Cahaya yang Aku pilih berubah kelam gelap

Bahagia yang Aku nanti berubah kelam derita

Jangan pernah Kau berubah, hangatkan Aku dalam dekap

Jangan biarkan semuanya berlalu sia-sia belaka

99

Tatapan mata_Mu membaca isi jiwa

Kepedihan yang Kau berikan membungkus bahagia

Panggilan_Mu lembut menyentuh dasar sukma

Hembusan nafas_Mu membawa pergi sang yama

100

Kau tertawa dan membuat_Ku tertawa bahagia

Kau bersedih dan membuat_Ku bersedih lebih

Kau menangis dan membuat_Ku menangis tersiksa

Kau bahagia dan membuat_Ku bahagia penuh kasih

101

Kau adalah intuisi yang datang menuntun hati

Kau adalah imajinasi yang berubah nyata ada

Kau adalah segala yang Aku cari dalam diri

Dan Aku adalah segala yang telah Kau cipta

102

Terkuaklah seluruh rahasia yang ada

Tersemburlah air mata air kesucian meneduhkan sukma hati

Terkuburlah kehidupan yang penuh tipu daya

Terhijablah kematian dalam alam surga cinta

103

Fikiran_Ku terpontang panting bimbang mengambang

Akalku terjerat ketat tali-temali kebodohan

Insting kemanusiaan berubah insting binatang jalang

Menghancurkan tahta jiwa yang berpahatkan intan

104

Jangan pernah berfikir tanpa jiwa akal

Karena apa yang Kau harap kan pupus gagal

Jangan pernah bersikap dengan hati frontal fatal

Karena akan menjadikan deritamu bergumpal bebal

105

Raut muka kehidupan_Ku kembali berseri

Yang Aku tatap seakan bunga yang mekar

Muka kelam_Ku berubah cerah menatap mentari

Hari-hari baru_Ku akan Aku mulai segar tegar

106

Apa yang selama ini menyelimuti badan jiwa

Hilang sirna bersama tatapan mata_Mu yang penuh makna

Tetaplah seperti yang Aku harapkan penuh cinta

Yang terpijar dari indahnya bola mata dinda

107

Jangan berpaling dari apa yang selama ini Kau cari

Kareana apa yang Kau pinta akan Aku beri

Jangan biarkan langkah hatiku dalam kesendirian lagi

Genggam tangan hati ini bersamamu menyambut mentari pagi

108

Semua yang Aku alkukan hanya untuk_Mu

Semua yang Aku butuhkan ada pada_Mu

Semua yang Aku nantikan datang bersama_Mu

Dan semua yang Aku tuliskan hanyalah bayang_Mu

109

Pastikan hati_Mu mengusir kematian maya_Ku

Jadikan Aku hidup bergelimang cahaya bahagia

Ceria dalam tawa nyata dan bukannya tawa semu

Karena keyakinan_Ku kepada_Mu melebihi duga

110

Nyata terlihat dan terbaca semua sikap

Bagaikan intuisi yang selama ini Aku hiba datang dan mendekap_Ku erat

Hembusan nafas_Mu menjadikan suara terucap

Memantapkan kaki-kaki jiwa untuk melangkah mendekat

111

Malam merambah gelap pekat tanpa wajah rembulan

Dinginnya angin malam seakan membekukan kerinduan

Merdunya nyanyian kesunyian menambah kecintaan

Apa yang Aku takutkan adalah berbunganya kebencian

Kareana tak ada yang akan diuntungkan kecuali setan

Dan cecunguk-cecunguk iblis tertawa kegirangan

Dan itulah satu-satunya bunga yang tak pernah Aku harapkan

112

Apakah yang disebut dengan cinta ?

Cinta adalah apa yang dirasakan dua hati

Merekah semerbak memenuhi nafas bumi dengan bahagia

Dan akan terwujud abadi bersama datangnya mati

113

Cinta penuh tangis dan tawa ria

Cinta yang akan hidup dalam keabadian jiwa dan raga

Cinta akan pasti datang dengan benci yang melanda

Cinta yang Kau rasa takkan dapat dimengerti tanpa benci ada bersama

114

Bila hati kehidupan telah Aku miliki

Maka kematian takkan berani mendekati

Bila cahaya hati menerangi sukma diri

Maka gelap malam yang pekat akan berganti

115

Kesatuan jiwa dan raga akan menciptakan cinta

Kesatuan keberagaman adalah kekuatan

Kesatuan dua hati akan melahirkan surga bahagia

Dan

Kesatuan akan terlahir bersama hidup yang nyata

116

Seseorang yang memiliki hati kehidupan

Berarti dia telah memiliki nafas ketuhanan

Seseorang yang mendekap pekat kematian

Berarti dia telah menghirup nafas kegelapan

117

Semua yang Aku harap bukanlah pengharapan

Semua yang Aku peroleh bukanlah perolehan

Semua yang Aku pegang bukanlah pegangan

Semua yang Aku kecup bukanlah kehidupan

118

Datangkanlah bahagia nyata bersama penderitaan

Karena penderitaan menciptakan kecintaan

Datangkanlah cinta maya bersama kehidupan

Kareana kehidupan melahirkan kematian

Kematian sesunguhnya adalah kehidupan dan penderitaan adalah kebahagiaan

119

Jiwa_Ku termangu kareana bayangan masa lalu

Penuh dengan ke-egoisan dan diri kesunyian

Kesendirian_Ku menjadi gemerincing lonceng wahyu

Yang terus mengatakan bahwa Kamu adalah keabadian

Sekali lagi Aku berfikir biarlah Tuhan_Ku yang menentukan

120

Yang Aku rasakan adalah kehadiran yang nyata

Yang memfirmankan, Kau ada dalam kesendirian

Yang selain diri_Mu berada dalam alam semesta maya fana

Yang berada dalam dekapan yama kehidupan

121

Keramaian yang Aku rasakah dalam kesunyian

Menambah kecintaan dalam ruang hati jiwa

Kesendirian_Ku dalam riuh pikuk keramaian

Bukanlah panji-panji ke-egoisan seperti yang Kau kira

Bukan pula bendera-bendera dari kesombongan

Akan tetapi wujud keberadaan_Ku yang takkan pernah Kau rasa ada

122

Langit menagis ketika awan hitam menyelimuti alam maya

Langit berteriak bergemuruh mengejutkan dunia

Langit terbakar ketika bumi dirundung kelam bara neraka

Langit terdiam dalam kekecewaan yang terus melanda

123

Kecerahan seketika berubah kelam

Kebahagiaan seketika berubah derita

Muka ceriaku seketika berubah muram

Hati hidup_Ku seketika berubah menjelma yama

124

Kebahagiaan-kebahagiaan yang Aku pandang

Berlalu mencemooh muka_Ku mendekap jiwa perpilin

Kesedihan-kesedihan yang tak ingi Aku pandang

Datang menghampiri membakar hati yang dingin

125

Harum tubuh_Mu menetap tanpa hasrat

Menusuk sukma_Ku, terhuyung Aku mengendus

Membuat_Ku tertatih-tatih menggapai kodrat

Yang menghilang bagaikan nafas yang terhembus

126

Waktu berdetak lamban memutar hari

Kau berjalan seakan hanya angan-angan

Tak pernah beranjak dari cahaya hati yang telah mati

Sadarlah dan bangkit berjalan dan berikan Aku getaran kehidupan

127

Aku akan menjadi pohon kelapa

Yang akan tumbuh subur di pegunungan ataupun pesisir pantai

Yang akan selalu melambaikan tangan kesepian dan penantian

Yang selalu menanti kehadiran angin kehidupan

Yang akan datang berhembus menyapa jiwa

Walaupun tanpa suara

Atau menghempas keras dengan suara bergemuruh dahsyat

Aku akan tetap berdiri


Wahai sahabat pernahkah Kau memperhatikan

Aku takkan pernah memiliki akar tunggal

Yang akan menghunjam menusuk ke hati bumi

Tapi Aku akan tetap berdiri tegak

Walaupun hempasan angin kebencian

Mempermainkanku siang dan malam


Dan pernahkah Kau renungkan mendalam

Bahwa aku takkan pernah memiliki cabang menyimpang

Itulah hati_Ku yang selalu Kau pandang kejam

Itulah keberadaan_Ku berdiri menjulang memancang

Bagaikan keinginan yang menembus ketinggian

Dan Aku tak akan dan tak akan pernah bercabang menyilang menyimpang




Tidakkah Kau fahami buah hasil karya_Ku

Yang terbentuk dari hatiku

Terlindung dalam kesucian tak terjamah

Terbungkus serat-serat penderitaan yang takkan pernah ingin Kau rasakan


Dan bagaikan kokohnya pohon kurma

Yang tumbuh di gurun sahara dalam panas yang membakar

Itulah kehidupan_Ku yang terus menantang

Panas matahari untuk menyinari_Ku sampai petang

Dan kareana panas yang membakar itulah

Aku akan menghasilkan buah yang merekah memerah

Mewangi penuh dengan kelezatan yang akan memabukkan

Menghilangkan dahaga setiap insan

Mengembalikan kekuatan hati untuk tetap bertahan

128

Ya Allah……, desah_Ku melantunkan lagu bimbang kebingungan

Menghembuskan udara penderitaan yang tak bertepi

Bagaikan pintalan benang-benang kusut

Yang takkan pernah dapat Aku temukan ujung-ujungnya

Bagaimana Aku harus menyelesaikan semua ini

Sungguh sangat melelahkan dan melemahkan

Apa yang harus Aku perbuat dengan diri_Mu

Kepenatan jiwa_Ku semakin meradang menyiksa

Adakah hati kehidupan yang akan menguatkan_Ku tuk terus berdiri

Mendekapku dalam hangat

Dan rebahkan hati ini di atas pangkuannya

129

Semuanya tampak seperti setan

Yang selalu bertekad untuk menyesatkan

Dari jalan yang selalu ingin Aku lalui

Meluruhkan cahaya diri yang seakan padam

130

Ingin Aku bangkitkan cahaya diri yang meredup

Tapi Aku tak berdaya

Keringat hatiku mengalir deras

Menyirami bunga-bunga keyakinan_Ku

Sukmaku terkuras tak berbekas dalam tanya

Apakah hati kehidupan yang cantik masih ada tersisa untuk_Ku ?

131

Masih adakah tuhan_Ku di diri_Ku

Masih adakah harapan itu untuk_Ku

Adakah kehidupan untuk kematian_Ku

Jangan pernah berdusta kepada_Ku

Kareana Aku takkan tertipu dengan segala janji_Mu

Buktikanlah bahwa Kau tak akan dan takkan pernah berdusta kepada_Ku

132

Seandainya kehidupan_Ku adalah kematian_Ku

Alangkah bejatnya diri_Mu terhadap diri_Ku

Kau telah dan akan membuat_Ku tersiksa

Merengek-rengek untuk sebuah cinta

133

Apakah ini hanyalah diri_Ku ataukah Kau memang kejam

Membuat mata derita_Ku tak pernah bisa terpejam

Tak adakah nilainya diri_Ku ini bagimu

Walaupun Aku hanyalah sebuah mainan bagi_Mu

134

Pernahkah Kau mengerti arti sebuah mainan

Bagi jiwa-jiwa yang suci tak bernoda dosa

Kau pasti mengerti…

Tapi Kau tetap acuh tak acuh terhadap_Ku

Jangan pernah menganggap diri_Ku egois

Kareana ke-egoisan hanya melekat pada diri_Mu


.:Searching :: Pencarian :.

Custom Search