Jiwa-jiwa Terlupakan
Malam ini aku terduduk di kursi tua depan kamarku
Menghisap rokokku dengan asapnya yang tipis
Menghilang melayang bersama angin dingin yang membeku
Nyanyian suka cita kodok-kodok dan jangkrik-jangkrik bersahutan
Menyambut malam penuh kebahagiaan
Tetapi mengapa terdengar begitu memilukan
Seakan menyanyikan malam yang penuh kerinduan
Malam, mengapa kau datang lagi
Membawa kegelisahan yang bersimbah peluh kerinduan
Tak adakah tersisa kebahagiaan untuk kau hadiahkan
Kepada jiwa-jiwa yang selama ini terlupakan
?
Dan akupun terdiam
Dengan sebatang rokok yang tersisa di tangan
Terdiam….. dan terdiam….!
Malam ini aku terduduk di kursi tua depan kamarku
Menghisap rokokku dengan asapnya yang tipis
Menghilang melayang bersama angin dingin yang membeku
Nyanyian suka cita kodok-kodok dan jangkrik-jangkrik bersahutan
Menyambut malam penuh kebahagiaan
Tetapi mengapa terdengar begitu memilukan
Seakan menyanyikan malam yang penuh kerinduan
Malam, mengapa kau datang lagi
Membawa kegelisahan yang bersimbah peluh kerinduan
Tak adakah tersisa kebahagiaan untuk kau hadiahkan
Kepada jiwa-jiwa yang selama ini terlupakan
?
Dan akupun terdiam
Dengan sebatang rokok yang tersisa di tangan
Terdiam….. dan terdiam….!



